4/30/2013

One Way – A Better World

Selamat Malam teman-teman :)


Ijin share lagu terbaru dari One Way judulnya A Better World


Track Listnya :

1. Dunia
2. Kisah Yang Megah
3. Seribu Tahun Lagi
4. Menarilah Denganku
5. Bagaimana Dengan Mereka
6. Terus Berjuang
7. Bangkit Neg'riku
8. Engkau Adalah Bintang
9. A Better World

Link Downloadnya :

Download via Indowebster disini

Passwordnya :

yepitro1986


4/22/2013

Disciples - Jesus Rock Live

Selamat Malam teman-teman :)

Ijin Share lagu Rohani dari Disciples Judulnya  Jesus Rock Live


Link Downloadnya :

Download via Indowesbter disini

Passwordnya : gbuall

4/21/2013

Renungan Harian

Pasangan yang Setia

Pasangan yang Setia


Setiap muda-mudi pasti akan berlomba-lomba untuk mencari pasangan yang setia. Mereka tentunya tidak ingin mendapatkan pasangan yang tidak setia karena tidak ingin merasakan sakit hati. Perasaan itu memang sangat sensitif, sedikit terluka maka akan mengalami rasa sakit yang sangat lama dan membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk memulihkannya.
Pasangan yang setia bisa juga diartikan bahwa dia adalah seorang pemaaf bila pasangannya telah menyakiti hatinya. Apa pun yang terjadi dengan pasangannya, ia akan tetap setia dan tidak pernah meninggalkannya.
Susah ataupun senang akan tetap dilalui bersama dan saling melengkapi satu sama lain. Kita bisa melihat pasangan yang setia itu di dalam diri kedua orang tua kita, bagaimana mereka selama bertahun-tahun bisa hidup dalam kesetiaan. Kalau bukan karena cinta dan sayang, maka kata “setia” itu tidak akan pernah tercipta. Setia juga merupakan salah satu bukti kasih kita kepada pasangan kita.
Tuhan Yesus selalu setia kepada kita. Apapun kesalahan yang pernah kita perbuat, Tuhan tidak pernah membenci dan meninggalkan kita. Tidak ada alasan bagi Tuhan untuk meninggalkan anak-anak yang paling dikasihi-Nya. Saat kita terluka, hanya Yesuslah tempat kita mengadu. Saat kita terluka, hanya Yesuslah yang mampu menyembuhkan. Dan saat kita terjatuh, hanya Yesuslah yang sanggup mengangkat dan memberi kemenangan.
Ya TUHAN, kasih-Mu sampai ke langit, setia-Mu sampai ke awan. (Mazmur 36:6) Betapa berharganya kasih setia-Mu, ya Allah! Anak-anak manusia berlindung dalam naungan sayap-Mu. (Mazmur 36:8)

Manna di pagi hari

Tidak Ada Alasan Untuk Tidak Bahagia

Tidak Ada Alasan Untuk Tidak Bahagia
Pagi ini aku sangat bersuka cita. Sejak aku membuka mata yang aku lakukan adalah tersenyum sambil mengatakan “Selamat Pagi Tuhan Yesus-ku”. Orang-orang terdekat pun merasa heran dan bertanya, “Kelihatannya kau ceria sekali hari ini.”
Tidak ada alasan untuk tidak ceria. Tidak ada alasan untukku tidak bersuka cita di setiap harinya. Tidak ada hal yang bisa menekanku. Tidak ada hal yang membuatku bersedih hati. Apa pun masalah yang terjadi, semua aku lalui bersama Yesus.
Tuhan mengatakan, “Jangan takut dan jangan kuatir” maka aku pun tak akan takut dan kuatir. Saat kita menjadi takut dan kuatir, maka itu akan membebani hati dan pikiran kita sendiri. Kita tidak ada bersedih jika kita tidak mengizinkan kesedihan itu masuk dalam hidup kita.
Saat kita menghitung berkat dan kasih Tuhan dalam kehidupan kita, maka tidak akan pernah ada celah dan waktu untuk kita memikirkan hal-hal buruk dalam kehidupan kita. Semua adalah berkat dan anugerah bila kita melaluinya dengan penuh ucapan syukur.
Mari kita bersukacitalah pada hari ini karena Tuhan akan mencurahkan berkat-berkat yang baru pada hari ini. Bersukacitalah karena akan ada perkara-perkara besar yang akan kita menangkan bersama Yesus.
Tetapi semua orang yang berlindung pada-Mu akan bersukacita, mereka akan bersorak-sorai selama-lamanya, karena Engkau menaungi mereka; dan karena Engkau akan bersukaria orang-orang yang mengasihi nama-Mu.
Mazmur 5:12

Kisah Nyata Djuniman yang Terobsesi Pada Uang


Djuniman lahir dari keluarga kurang berada. Sejak kecil ia harus membantu orangtua berjualan. Setiap pergi sekolah, ia membawa sejumlah makanan untuk dijual di kantin sekolahnya. Begitu waktu pulang tiba, ia memberikan hasil sisa jualan dan uang kepada ibunya.

Namun aktivitas keseharian ini tak pernah ia tunjukkan secara terbuka. Pasalnya, ia malu jika teman-teman mengetahui keadaan keluarganya yang sebenarnya. Jadi, setiap ia menitipkan jualan ibu, itu selalu pada saat teman-temannya tidak ada di sekolah.

Bila ada teman yang meminta tolong mengantarkan pulang, Djuniman selalu menolak karena faktanya ia memang tidak memiliki mobil atau supir yang dapat mengantar jemput dirinya.

Meski terbilang cilik, Djuniman sudah terobsesi akan uang. Dalam pikirannya saat itu, dengan uang ia bisa melakukan apa saja yang ia mau.

Beranjak remaja, keinginannya untuk memiliki banyak uang semakin kuat setelah sang ayah memarahi dirinya pada satu kesempatan. "Kalau belum sukses jangan pulang ke rumah, cari duit yang banyak," ucap Djunaedi meniru kata-kata sang ayah.

Perlahan tapi pasti, apa yang ia dambakan terwujud beberapa tahun kemudian. Mengambil profesi sebagai mucikari PSK-PSK, ratusan ribu bahkan jutaan rupiah dengan cepat masuk ke kantong pribadinya.

Djunaedi begitu tenggelam dengan banyaknya uang yang ia miliki. Seks bebas dan kehidupan malam adalah dua hal yang tidak pernah ia lewatkan hari demi hari.

Menikah

Suatu waktu, ia berkenalan dengan seorang perempuan yang merupakan karyawan dimana ia biasa bekerja. Berawal dari mengantarkan pulang, benih-benih cinta bertumbuh dan terus bersemi diantara mereka.

Setelah menjalani hubungan pacaran, Djunaedi dan wanita itu akhirnya mengikatkan janji pernikahan. Satu anak perempuan yang cantik pun hadir dalam kehidupan mereka.

Walau telah menjadi suami dan ayah, pekerjaan di dunia malam tidak ditinggalkan oleh Djunaedi. Permintaan istri untuk melepaskan profesi itu tak digubrisnya.

Merasa semua aman-aman saja, Djunaedi menjalani hari-hari seperti biasa. Sampai satu ketika, saat ia pulang bekerja, ia terkaget karena ia mendapati surat dari istrinya dan anak semata wayang mereka di kamar. Dalam surat tersebut, sang istri mengatakan pergi dan tidak tahu kapan akan kembali.

Hidup Tanpa Istri

Menjalani peran sebagai ibu yang mengurus anak dan rumah sangatlah berat bagi Djunaedi. Ia bahkan kehabisan tenaga dan akal melakukan semuanya seorang diri. Sebuah keputusan sulit pun ia ambil. Dengan perasaan berat hati, putri satu-satu yang dimiliki ia titipkan kepada saudaranya yang sudah menikah.

Masuk Penjara

Hidup sebagai seorang lajang memudahkan Djunaedi bekerja. Dalam hitungan beberapa tahun, jabatan manager di sebuah klab malam pun disandangnya.

Biarpun sudah memiliki penghasilan yang besar, Djunaedi tetap saja merasa kekurangan. Demi meraup uang lebih banyak lagi, ia melakukan kerja sambilan yakni sebagai pengedar narkoba. Sekali, dua kali, usaha untuk menjual narkoba sukses. Sampai suatu saat, polisi melakukan razia di tempat dimana ia sedang melakukan transaksi. Tanpa banyak bicara, ia pun digelandang ke kantor kepolisian.

Sebagai pertanggungjawaban atas apa yang dia kerjakan, Djunaedi harus mendekam di penjara beberapa waktu lamanya.

Kembali Jadi Pengedar Narkoba

Selesai menjalani hukuman, Djunaedi keluar dari LP. Namun bukannya sadar, ia justru kembali menjadi pengedar narkoba. Tertarik keuntungan besar yang didapat, ia bergaul lagi dengan barang haram tersebut. Hasilnya, ia memperoleh banyak uang lagi.

Rindu Anak

Gelimang harta yang ia miliki ternyata hanya sesaat saja membuatnya bahagia. Kerinduan untuk melihat anak yang pernah dititipkan ke saudaranya begitu mengusik pikirannya. Dengan sebuah tekad bulat, Djunaedi akhirnya mendatangi sekolah putrinya. Lewat bantuan teman putrinya, perjumpaan ayah dan anak terlaksana.

Awalnya pertemuan itu terasa indah, hingga sampai ketika Djunaedi mengutarakan siapakah dirinya yang sebenarnya. Tersontak dengan pengakuan pria yang ada di depannya, putrinya ini langsung bereaksi. Dengan nada marah, sang putrinya mengatakan bahwa dirinya sudah bahagia dengan keluarganya sekarang dan ia tidak mau hidup bersama pria yang sudah meninggalkannya belasan tahun. Menghormati keputusan putrinya itu, Djunaedi memutuskan pulang dengan perasaan sedih.
Masuk Penjara Lagi

Ingin melupakan perasaan sedihnya, Djunaedi kembali menjalani aktivitasnya seperti biasa yakni menjadi manager diskotik dan penjual narkoba. Hari lepas hari, malam lepas malam semua kegiatannya berjalan lancar. Hingga satu kejadian mengejutkan dialaminya lagi.

Tanpa diduga-duga, ia ternyata masuk dalam perangkap polisi yang sudah mengincarnya sebagai pengedar narkoba kambuhan. Vonis empat tahun penjara pun harus dilaluinya.

Bertemu Istri

Mendekam dalam penjara membawanya bertemu dengan istri yang meninggalkannya bertahun-tahun lamanya. Pada satu hari di waktu kunjungan kerabat narapidana, sang istri menemui Djunaedi.

Tanpa banyak basa-basi, sang istri menanyakan berapa lama ia dipenjara. Ketika mengetahui ia disana akan selama empat tahun, sang istri segera meminta cerai darinya. Hancur sudah perasaan Djunaedi mendengarkan itu. Satu persatu orang yang dicintainya menghempaskan dirinya.

Berjumpa Tuhan

Kembali ke sel, pikiran Djunaedi penuh dengan pertanyaan. Mengapa keadaannya harus seperti ini? Pusing dengan kenyataan, sebuah lagu rohani tiba-tiba terlintas di pikirannya.

Merasa dikuatkan dengan lagu tersebut, lagu itu terus didendangkannya ketika seorang diri. Keesokan hari, di kala semua teman selnya sudah tertidur, ia mendapat sebuah pemandangan berbeda.

Di hadapannya, ia melihat sesosok tubuh penuh sinar terang. Sosok itu berdiri di depannya dan mengajaknya untuk segera kembali pada sosok tersebut. Selesai mengatakan saatnya bertobat, sosok itu pun hilang dari hadapannya.

Heran dengan apa yang dialami, Djunaedi pun memikirkannya semalam-malaman. Keesokan hari, dengan buru-buru ia pun menghadiri sebuah persekutuan rutin yang ada di LP dimana ia berada. Selepas ibadah, ia menanyakan kepada salah satu pelayan ibadah mengenai peristiwa belum lama ini ia alami.

"Mereka katakan bahwa itu benar-benar Tuhan. Tuhan itu datang sendiri kepada pribadi kamu dan saat kamu mendengar saatnya ini sudah tiba anak-Ku, itu benar-benar kamu harus bertobat. Jadi sosok berjubah putih itu, yang mengulurkan kedua tangan-Nya, saya yakin bahwa itu adalah Yesus, Pribadi yang mau menebus orang dari dosa," tukas Djunaedi.

Hidup Baru

Pengalaman spiritual yang dialaminya membawa Djunaedi pada satu titik paling penting dalam kehidupannya. Tanpa menunggu sebuah acara KKR besar, ia mengambil keputusan untuk bertobat dan hidup sesuai firman Tuhan. "Saya menyerahkan sepenuhnya diri saya untuk menjadi hamba-Nya yang setia," tuturnya.

Sesudah memutuskan dan menjalani hidup baru, ia akhirnya mengerti kalau uang bukanlah segala-galanya supaya ia bisa diterima dan diakui orang lain.

Walau sekarang hidup pas-pasan, ia tidak pernah menyesali keputusan menjadi pengikut Kristus karena di saat-saat sulit yang ia alami, ia justru tetap melihat keajaiban Tuhan.

Sampai kini, pungkas Djuniman, ia tidak pernah mengalami kekurangan apapun. Sungguh Tuhan bekerja nyata dalam kehidupan pria ini!


Sumber Kesaksian :

Djuniman

Tertawa

Tertawa


Saat kita melihat kejadian yang lucu atau saat kita sedang menonton drama komedi, maka kita akan tertawa dengan sendirinya. Terkadang saat kita sedih pun maka ketika kita tertawa, pada saat itu jugalah semua kesedihan itu lenyap.
Bagi beberapa orang sangat meyakini bahwa saat seseorang banyak tertawa dan bersuka cita maka orang tersebut akan awet muda. Pada orang sakit pun, tertawa ternyata dapat mempercepat proses penyembuhan. Saat hati bersukacita, maka rasa sakit itu akan lari terbirit-birit meninggalkan tubuhnya. Terlebih lagi apabila bersukacita di dalam Tuhan.
Hati yang gembira adalah obat yang paling manjur. Mungkin ada obat untuk menyembuhkan penyakit batuk, pilek, panas atau pun penyakit yang lainnya. Namun tidak ada obat yang bisa menyembuhkan sakit hati kecuali dari dalam dirinya sendiri.
Marilah kita tertawa. Marilah kita bersukacita di dalam Tuhan. Tidak ada masalah yang tidak dapat ita selesaikan. Semua masalah yang Tuhan izinkan terjadi dalam kehidupan kita itu merupakan sebuah proses untuk mendewasakan kita.
Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa, dan lidah kita dengan sorak-sorai. Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa: “TUHAN telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!”
Mazmur 126:2

Kisah Nyata

Kisah Nyata Jacob Kusmanto dan Keberhasilan di Bisnis Tekstil




  Jacob Kusmanto adalah seorang pengusaha tekstil yang sukses. Siapa sangka jika proses kehidupan membuatnya menjadi seorang yang mempunyai jiwa besar. Suasana kerja yang begitu keras menempa pribadi Jacob semasa kecil. "Tidak bekerja, tidak makan" itulah salah satu slogan yang dimaknainya ketika itu.

Dahulu Jacob selalu melawan orangtua jika dirinya disuruh bekerja karena itu orangtuanya lebih sayang kepada saudaranya yang lain ketimbang kepada Jacob. Kecewa dan iri terhadap orangtuanya yang pilih kasih, Jacob mengikuti bela diri sebagai salah satu pelariannya.

Bela diri tersebut membuat Jacob mempunyai mental yang tidak takut terhadap apapun. Namun hal tersebut kadang dipakai untuk membuktikan keberaniannya dengan berkelahi. Di masa remaja Jacob begitu membuat orangtuanya pusing akibat dirinya yang suka keluyuran hingga tengah malam. Pertengkaran terhadap orangtua terutama sang ayah pun kerap terjadi.

Namun suatu hari seorang teman wanita memberi dorongan semangat kepada Jcob yang kerap frustasi dengan kehidupannya, terutama hubungan dengan orangtua. Dorongan semangat untuk berubah itulah yang membuat Jacob berbenah diri, namun dengan pilihan yang sangat kontroversial, yaitu berhenti dari sekolah dan bekerja di pabrik tekstil kenalan orangtuanya.

Di pabrik inilah Jacob berubah dan mendapat banyak pelajaran hidup. "saya harus berani untuk menghadapi sesuatu yang baru, yang kedua saya harus belajar untuk menghargai dan mencintai pekerjaan yang ada, dari kesulitan yang ada mendorong saya untuk lebih maksimal lagi. Saya di gaji perbulan 40 ribu, tapi saya ingin lebih memberikan apa yang saya terima," ungkapnya.

Semangat kerja Jacob ditunjukannya untuk mengambil tanggungjawab yang besar. Dirinya menginginkan bahwa kehidupannya tidak diandalkan dari pekerjaan tersebut. Namun Jacob ingin menghidupi pekerjaannya. Sikap hidupnya pun diakui seperti banyak orang pada umumnya. Untuk itu dirinya memacu diri untuk terus belajar dan belajar.

Kerja keras dan ketekunannya membawanya kepada karier yang lebih baik lagi. Namun dirinya bertekad untuk membuat usaha tekstil sendiri, modalnya hanya dengan limbah handuk bekas, yang dia beli dari tempat kerjanya dan didaur ulang untuk dijual. Usahanya pun membuahkan hasil. Dengan keyakinannya, tahun demi tahun terlewati dengan keberhasilan.

Latar belakang yang buruk tidak membuat Jacob merasa minder untuk meraih masa depannya. Kalau dulu di dianggap sampah masyarakat, kini dirinya adalah pengusaha yang berhasil dengan tujuh perusahaan tekstil yang ia bangun dan melayani berbagai daerah di Indonesia.

Jacob pun tetap menyadari bahwa keberhasilannya adalah buah campur tangan dan perkenanan Tuhan terhadap dirinya. "saya melihat bahwa itu karya Allah yang begitu luar biasa. Allah yang sudah membawa saya akan mampu membawa saya lebih jauh lagi, karena saya merasa campur tangan Tuhan begitu besar sekali, sampai saya bisa duduk menjadi pengusaha,"





Klik Icon "GUEST" untuk memulai Chat bersama kami

Follow ya bloggers :) twitternya sudah ane setting, jadi setiap ada update lagu terbaru, otomatis muncul ditwitter